Mekong Delta merupakan pusat ekonomi, pendidikan dan teknologi propinsi Tiền Giang yang terletak di wilayah Mekong Delta. Wisata ini untuk memahami kearifan penduduk lokal dan mengalami gaya hidup pedesaan.

Day-5 Mekong Delta (Mỹ Tho)

Sepanjang perjalanan dari Chu Chi tunnel ke Mekong Delta ternyata saya ketiduran, kurang lebih 2 jam.
Terbangun sesaat tour guide berbicara di mic menggunakan pengeras suara, untuk menginformasikan kalau kami akan sampai. Hal ini ditandai dengan melewati dua buah jembatan yang panjang dan ditengah-tengah antara jembatan pertama dan kedua terdapat semacam pulau (daratan) yang membelah sebagian sungai mekong.

Bus saya berhenti di daerah tepian sungai setelah melewati jembatan, yang ternyata merupakan tempat parkir bus dan awal petualangan di sekitar sungai mekong. Kami semua turun dan diarahkan menuju pinggir sungai (pelabuhan kecil). Ada sebuah kapal yang sudah siap menunggu untuk membawa kami ke tempat makan.

Sungai mekong ini menurut saya seperti sungai di daerah kalimantan ataupun palembang, airnya keruh dan membentang luas. Terlihat banyak kapal-kapal besar bahkan ada kapal tongkang yang mengangkut pasir.

Makan Siang

Kurang lebih 10 menit naik kapal, saya sampai ditempat makan disebuah pulau tepian sungai.

Naik kapal menuju tempat makan

Keseruan yang terjadi sesaat makan siang.
Saat sajian pertama dihidangkan yang terdiri dari rice paper yang sudah dipotong setengah lingkaran (seperti plastik), ikan goreng, sambal, sayur sawi yang direbus, sayuran segar (lalapan), bihun dan semangkuk air *saya pikir kuah hahaha… Dalam benak saya berpikir, cara makan menggunakan rice paper ini gimana, trus pakai alat apa *hahaha…. Nah akhirnya saya diam sambil ngobrol dengan orang satu meja. Mata saya melirak-lirik sekitar, berharap ada yang makan terlebih dulu akan saya contoh *melas hahahah…

Menu makan siang

Untuk lebih lanjut mengenai rice paper ini bisa dibaca pada artikel Apa Itu Rice Paper Dan Bagaimana Cara Makanya ?

Sajian kedua terdiri dari nasi, daging dan ikan dengan dimasak bumbu kecap pada wadah yang berbeda. Dalam hati, ini yang saya tunggu *namanya juga makan, harus ada nasi hahaha…

Que Dua – Coconut Candy

Setelah selesai makan kurang lebih 1 jam, saya lanjut menaiki kapal lagi dengan tujuan mengunjungi home industri yang memproduksi permen dari kelapa. Disini saya ditunjukan proses pembuatan permen dari kelapa. Secara garis besar saya sudah tahu, karena kurang lebih banyak di kota saya sendiri. Ditempat ini kita boleh mencoba bermacam-macam bentuk permen, cemilan dan bisa juga membelinya.

Home industri permen, cemilan & kerajinan tangan dari kelapa

Keliling Desa Sekitar

Kurang lebih 15 menit tour guide mengarahkan ke pintu keluar yang berbeda, untuk melanjutkan jalan kaki ke arah kebun dengan pemandangan tanaman penghasil dan rawa-rawa yang kering. Setelah melewati jembatan (15 meter) diatas salah satu aliran sungai mekong, kami langsung naik delman. Yaa… sebuah delman dengan kapasitas 6 orang menggunakan 1 tenaga kuda untuk berkeliling dan mengamati kampung/desa sekitar. Saat turun saya memberi tips kepada kusir sebesar VND 10.000.

Petani Madu

Kurang lebih 15 menit menaiki delman, kami berhenti disebuah gang.
Masuk gang sekitar 50 meter dengan melewati rumah-rumah penduduk, kami disambut beberapa wanita dengan tarian Vietnam. Berdasarkan info dari tour guide didaerah ini rata-rata penduduknya mengolah dan memproduksi madu. Kami semua dipersilahkan duduk di bangunan semacam beranda dan menikmati hiburan yang telah dikemas sedemikian rupa.

Singgah di tempat penghasil madu

Beberapa saat kami disuguhi minuman, yaitu teh yang dicampur madu. Sebagai cemilan disajikan beberapa piring buah-buahan. Selain tarian, kami juga diberi hiburan musik tradisional  yang saya tidak paham sama sekali bahkan nadanya yang mendayu-dayu bikin ngantuk + pusing *mungkin karena bahasa hahahah… Disini saya berkenalan dengan beberapa teman yang ternyata mereka juga solo traveler (lupa namanya). Disamping kanan saya orang dari India, disamping kiri dari philipina dan 2 pasangan didepan berasal dari thailand.

Menyusuri Rawa Sungai Mekong

Kurang lebih 30-45 menit, tour guide kami mengarahkan untuk melanjutkan tour.
Masih menyusuri kampung, kurang lebih 200 meter kami tiba ditepian sungai mekong. Disini kami akan menaiki perahu kecil kapasitas 4 orang untuk menikmati rawa-rawa sungai mekong. Berdasarkan info dari tour guide, rawa-rawa ini sering digunakan untuk pembuatan film.

Menaiki perahu menyusuri rawa-rawa

Perahu ini menggunakan tenaga manusia dengan didayung, dan yang mendayung adalah seorang perempuan. Saya diajak berkeliling rawa, dengan pemandangan tumbuhan rawa yang tidak terlalu tinggi sehingga terlihat agak gelap karena sinar matahari tertutup daun. Jalur air ini merupakan lintasan transportasi penduduk untuk keluar ataupun untuk berdagang antar kampung.

Sekitar 30 menit menaiki perahu kecil dirawa-rawa, akhirnya berujung pada sungai besar. Dimana kapal yang lebih besar sudah menunggu untuk kembali ke tempat awal, dimana bus diparkir. Saya memberi tips ke orang yang mendayung sebesar VND 10.000

Pertemuan perahu setelah rawa-rawa

Pulang

Sekitar pukul 16.00 saya sampai ditempat bus. Di area ini banyak pedagang penjual cinderamata, kaos, topi, makanan dan minuman. Tidak menunggu lama setelah semua group berkumpul dibus, kami semua masuk bus untuk menuju Ho Chi Minh (pulang).
Saya pun berusaha tidur dan meluruskan kaki dibus untuk istirahat, karena setelah pulang dari tour ini masih ada rencana jalan-jalan dan cari oleh-oleh.

Catatan : pengeluaran hari ini hanya untuk tips sebesar VND 20.000 (+/- Rp12.000)

Untuk Day-5 diakhir traveling ini akan berlanjut di Malam Terakhir Di Vietnam – Ben Tanh Market (Masih dalam tahap penulisan)