Cu Chi Tunnel merupakan salah satu bukti sejarah perang Vietnam yang terjadi pada tahun 1968. Tempat ini berupa terwongan-terowongan di mana tentara Vietkong bersembunyi dan bergerilya melawan tentara Amerika.

Day-5 Cu Chi Tunnel

Sampai di Ho Chi Minh

Pagi ini sekitar pukul 05.15 saya sudah sampai di Kota Ho Chi Minh.
Alhamdulillah sampai dengan tujuan yang benar, walau sempat kuatir dengan bus yang saya naikin. Bus berhenti di Distric 1 tepatnya di taman dekat dengan agen bus phuong trang atau biasa disebut kawasan backpackers.

Turun bus pun masih sempoyongan, maklum karena tidur cuman sekitar 3-4 jam. Saya melihat ada pedagang asongan di pinggir taman, saya mencoba mendekat untuk melihat jualanya. Ternyata dia menjual kopi, saya pun memesan kopi panas seharga VND 10.000 dengan harapan untuk menghangatkan tubuh. Tetapi yang saya dapatkan justru es kopi, saya pun komplain dengan bilang “aku pesen kopi panas, bukan es kopi” ntah si penjual ngomong apa, saya juga nggk paham *hahahah… kembalilah saya duduk dan merasa jengkel. Saya iseng buka google untuk mentranslate bahasa inggris ke bahasa vietnam dan menunjukan ke si penjual, dia tetep nggk paham bahkan dia ngomong berasa kaya orangngomel *hahahah ahh sudahlah…

Setelah selesai minum saya lanjutkan ke agen bus TheSinh Tourist untuk melakukan check-in tour, ternyata bagian customer services masih persiapan buka. Dari pada menunggu saya lanjut jalan menuju hostel yang sudah saya booking di Agoda. Hostel yang saya booking tidak jauh dari tempat ini, mungkin jaraknya satu blok dengan jalan kaki sekitar 5 menit. Sampai depan hostel ternyata pintu masih dikunci alias masih tutup. Ya sudah saya balik lagi ke agen tour, dengan harapan sudah siap.

Check-in Tour

Alhamdulillah saya balik sudah siap, karena ada beberapa turis yang antri. Saya pun melakukan check-in dan mendapatkan alokasi group ke-2 untuk tour ini. Ohya tour saya ini akan dimulai pada pukul 07.00 – 18.00 dengan 2 tujuan wisata sejarah, nanti akan saya bahas. Tidak lupa saya menanyakan untuk titip tas dan memang ada bagian di ruang belakang yang khusus untuk penitipan tas. Segera saya ke belakang untuk cuci muka, gosok gigi dan berganti pakaian, karena tempat ini berdekatan dengan kamar mandi.

Tepat pukul 06.45 bus tour sudah datang dan semua peserta harus antri pada bus masing-masing, karena terbagi 2 group. Tour guide kali ini seorang pria dengan bahasa inggris yang saya bilang cukup bagus, karena saat dia berbicara saya mendengarkan cukup jelas dan mudah paham.

Perjalanan ke Chu Chi Tunnels

Tepat pukul 07.00 bus kami berangkat dengan tujuan awal Chu Chi Tunnels.
Di awal perjalanan tour guide menjelaskan, semacam prolog tour satu hari ini. Karena kondisi saya masih ngantuk, akhirnya saya tertidur. Perjalanan ke tempat ini lumayan jauh sekitar 2 jam dari Kota Ho Chi Minh. Kurang lebih pukul 09.00 sampai ditempat tujuan, semua peserta tour turun dan diberi penjelasan semacam rute selama di Chu Chi tunnel.

Setelah selesai penjelasan saya pun masuk terowongan untuk check-in tiket. Di awal akan dibagi beberapa group, dimana group ini untuk membedakan bahasa (inggris, china dan vietnam)  saat pemutaran semacam film dokumenter. Saya pun masuk ke dalam sebuah barak bawah tanah yang cukup besar dan terdiri dari beberapa kursi kayu memanjang.

Barak tempat pemutaran fil dokumenter – chu Chi Tunnels

Selesai menonton film ini saya lanjut mengikuti tour guide, dari satu tempat ke tempat lain dengan beberapa penjelasan. Menyusuri hutan liar yang telah di buat sedemikian rupa sebagai bentuk edukasi.

Di Cu Chi Tunnel kita juga akan melihat  bunker pembuatan senjata, sepatu atau sandal untuk para tentara, serta beberapa jenis ranjau-ranjau yang digunakan untuk menjebak tentara Amerika. Selain itu, juga terdapat beberapa lubang jebakan yang dibuat untuk tentara Amerika. Tak terbayangkan betapa sakitnya bila terkena ranjau-ranjau ini.

Lubang persembunyian sementara seukuran badan orang asia

Jebakan saat perang

Saya melihat  bunker pembuatan senjata, sepatu atau sandal untuk para tentara. Di Chu Chi Tunnels juga ada kendaran Tank milik Amerika yang berhasil dilumpuhkan oleh tentara vietnam.

Pembuatan baju dan sepatu sandal tentara

Tentara Vietnam & Tank Amerika yang tertangkap

Tour guide juga menunjukkan bagaimana sistem fentilasi udara untuk terowongan-terowongan ini agar tentara Vietnam tidak kehabisan oksigen selama berada di dalam terowongan. Dan juga bagaimana menyamarkan asap dari dapur ke dalam saluran udara dengan tumpukan daun-daun yang setiap hari diganti sehingga tidak menimbulkan kecurigaan bagi tentara Amerika. Menurut tour guide kami, para perempuan Vietnam memasak konsumsi pada waktu pagi hari, sehingga asap akan tersamarkan dan tampak seperti kabut.

Dapur dan strategi asap

Setelah melalui ini saya lanjut ke area tembak.
Di lokasi ini sebenarnya saya bisa mencoba menembak dengan senjata asli yang digunakan saat perang Vietnam. Karena saya anggap biasa saja dan tidak tertarik, saya lanjut jalan sendiri yang tak jauh dari tempat menembak ini melihat bagaimana perempuan Vietnam membuat rice paper, semacam kulit lumpia yang terbuat dari tepung beras untuk makanan para gerilyawan Vietnam.

Pembuatan kertas nasi (rice paper)

Inti dari tempat ini, yaitu Terowongan Chu Chi. Setiap pengunjung di ijinkan masuk terowongan dengan beberapa pilihan 10, 30 dan 100 meter, saya mencoba untuk masuk terowongan sepanjang 100 meter. Terowongan-terowongan ini dibangun saling terhubung satu dengan lainnya serta memiliki bunker untuk perawatan kesehatan tentara yang terkena serangan senjata, memasak untuk konsumsi tentara, juga tersedia ruangan untuk makan, dan ruang pertemuan.

Terowongan Chu Chi

Di akhir tour tempat ini saya mencicipi singkong rebus yang dinikmati dengan kacang tanah tumbuk, ini merupakan salah satu konsumsi untuk para gerilyawan semasa perang dulu. Mungkin bagi saya yang asli orang jawa bukan makanan yang aneh, tapi jujur saya baru merasakan ternyata memang beda rasanya saat singkong dimakan dengan dicocolkan ke tumbukan kacang tanah dan gula *benernya laper sih, pagi belum makan hahaha… Makanan ini disajikan gratis kepada seluruh pengunjung, dan disediakan semacam tempat betenda dengan kursi + meja panjang layaknya warung-warung di Indonesia.

Sebuah kesimpulan setelah berkunjung ke Cu Chi Tunnel membuat saya tahu betapa beratnya gerilyawan Vietnam berjuang untuk memerdekakan dari penjajahan Amerika. Jadi, tak lengkap rasanya kalau saya maupun kalian ke Vietnam tapi tak mengunjungi tempat ini.

Sekitar 15 menit kami berhenti dan makan di area ini, akhirnya saya diarahkan ke pintu keluar dan berkumpul di parkiran bus untuk melanjutkan perjalanan.

Catatan : tidak ada pengeluaran selama di tempat ini

Untuk Day-5 tour yang kedua akan berlanjut di Traveling Vietnam – Mekong Delta