Orang yang belum pernah traveling sendirian atau berpetualang seorang diri mungkin akan bilang kalau jalan sendiri itu merupakan orang kurang kerjaan, atau menganggap solo traveler adalah sesuatu yang sangat konyol. Tapi tidak dengan saya, karena dengan jalan sendirian kita akan belajar adaptasi disebuah lingkungan baru tanpa berpikir sebuah prasangka terhadap setiap orang yang kita temui. Bepergian sendiri memberikan kalian kesempatan untuk memanjakan diri sendiri sepenuhnya, tanpa terbebani sebuah kecocokan ataupun selera (group traveling).

Hal itu juga bukan sesuatu yang menyenangkan juga, karena berpetualang sendiri lebih mempunyai resiko, seperti keamanan, kesepian dan rasa percaya diri. Akan tetapi dengan sedikit persiapan mental dan akal sehat akan dapat menghemat uang dan memberikan rasa percaya diri untuk menjalaninya.

Mungkin kalau dianalogikan layaknya seseorang yang mau PDKT terhadap pasanganan yang disukai, maka dibutuhkan sebuah rasa percaya diri dan menyusun sebuah rencana yang awalnya untuk bisa kencan sampai akhirnya untuk mendapatkannya. Nah, urusan jadi pasangan kalian (pacar) atau nggk itu hanya masalah hasil, karena disini akan melahirkan sebuah cerita dan pengalaman.

Kenapa Berpetualang Sendiri?

Seorang solo traveler dapat memanjakan diri, kalian dapat istirahat dan berambisius kapanpun yang kalian inginkan tetapi tetap dalam alur rencana. Tanpa rasa kuatir bersalah kepada teman traveling (group) apabila ada sebuah kesalahan pada itinerary ataupun rute transportasi dalam kota, misalkan jam buka suatu tempat ataupun kode bis ke tujuan tertentu. Sebuah nilai dimana kesalahan dan kesuksesan untuk bepergian sendiri akan menjadi sebuah pengalaman yang menarik. Berbicara mengenai kesalahan, mungkin yang pernah saya ceritakan pada tulisan “Berpetualang Sendiri Keluar Negeri Untuk Pertama Kalinya – Malaysia” saya sebelumnya yang merupakan sesuatu yang konyol tapi menarik untuk dikenang (ketawa kalau ingat) dan menjadikan pelajaran. Dan juga, kalian dapat melakukan apapun yang kalian inginkan disemua waktu yang tersedia, tanpa repot harus merubah rencana apabila ada suatu tujuan yang tidak mungkin ditempuh.

Tetap Berpikir Keamanan Saat Traveling Sendirian

Keamanan mungkin yang menjadi prioritas kalian saat melakukan traveling sendirian. Tanpa teman mungkin rentan akan tindak kejahatan ataupun berbagai macam modus penipuan, bahkan kekuatiran mengenai kesehatan kita sendiri. Akan tetapi pada beberapa traveler bahkan saya sendiri, justru dengan traveling sendirian saya bisa membaur dengan orang lain tanpa terkunci pada suatu kelompok (traveling group) sehingga tidak menjadikan suatu perhatian pada orang yang mau melakukan tindak kriminal maupun penipuan.
Ini ada beberapa tips untuk lebih aman, walau mungkin terlalu berlebihan bagi saya :

  • Bookinglah hotel yang mempunyai resepsionis 24-Jam, karena ini berguna apabila kalian datang terlambat check-in. Jadi jangan smapai kalian tidur dijalanan (ngemper)
  • Jadilah penasihat terbaik bagi diri sendiri, jika dirasa tidak benar maka jangan lakukan
  • Bawalah identitas yang berguna dan jangan letakan disatu tempat
  • Berusahalah selalu ditempat terbuka dan membaur tempat umum terutama saat malam hari
  • Biasakan selau percaya diri secara ekspresi wajah maupun gerakan tubuh saat berjalan
  • Hindari penampilan seperti turis (walau memang turis) misalkan menggunakan pakaian atau kaos model oleh-oleh “I love….” ataupun jalan seperti robot yang harus mengikuti buku panduan
  • Jangan menarik perhatian dengan pakaian yang glamour ataupun perhiasan yang mencolok.
  • Sedikit berbohong saat kalian harus bertanya, jangan sampai kalian terlihat sendirian. Misalkan “Dapatkah kamu mengarahkan saya ke tempat A?, karena saya harus menemui seorang teman.
  • Periksa dahulu peta dan jadwal transportasi sebelum meninggalkan rumah/transportasi/penginapan
  • Tinggalkan salinan itinerary (jadwal) pada teman ataupun keluarga dirumah, dan tetap berhubungan saat melakukan petualangan