Merupakan dataran tinggi ibu kota Provinsi Lam Dong yang terletak 1500m diatas permukaan laut. Terkenal dengan iklimnya yang dingin, pemandangan yang menarik seperti air terjun, danau,  bunga dan sayuran.

Day-3 Dalat City

Perjalanan yang nyaman menggunakan sleeper bus, tidak terasa kurang lebih 6 jam berlalu. Hari masih gelap sekitar pukul 05.00 sampai di agen bus Phuong trang, begitu turun bus berasa udara sejuknya pagi dan dingin. Ada beberapa orang yang mendekat menawarkan jasa antar ke hotel, semacam tukang ojek dengan bahasa inggris yang acak kadul *prokem pokok ngerti. Karena saya sudah mendapatkan informasi kalau bus phuong trang menyediakan mobil van (shuttle) gratis untuk mengantarkan penumpang ke hotel yang dituju, jadi saya langsung menuju mobil van dan memberitahu tujuan hotel kepada pegawai agen.

Check-in Hotel

Sesampai di Trung Cang Hotel terlihat masih sepi, ada beberapa traveler yang juga mau check-in sedang menunggu di depan resepsionis *ternyata orangnya masih tidur.
Karena kamar yang saya booking belum tersedia, maka saya harus dikenakan tambahan biaya 50.000 VND kalau mau early check-in dan dengan konsekuensi kamar yang saya booking berbeda yaitu saya akan mendapatkan kamar tanpa jendela. Dari pada menunggu sekitar 2,5 jam dengan udara dingin, maka saya putuskan untuk early check-in yang bisa saya manfaatkan untuk persiapan (mandi dan charge handphone).

Ternyata saya ketiduran setelah mandi *hahaha…
Saya terbangun (kaget) karena ada yang mengetuk pintu kamar, ternyata orang bagian tour tepatnya tour guide setelah saya tahu. Melihat jam menunjukan pukul 08.00, mungkin tour guide ini melihat daftar peserta tour ada yang belum melakukan check-in untuk mengikuti tour. Memang saat booking saya mengisi form dimana hotel saya menginap, maka dicarilah saya dihotel *top 2 jempol untuk agen TheSinh Tourist. Untungnya semua sudah saya siapkan, jadi saya tinggal berbenah dan langsung kedepan hotel siap mengikuti tour dan ternyata semua peserta sudah didalam bus, tinggal menunggu saya *hahaha…malu.

TheSinh Tourist

Saya menggunakan paket tour yang saya ikutin mulai dari pukul 08.15 sampai 15.30 dengan beberapa tujuan wisata, yaitu

Tour sesi 1 (pagi) :

  1. Bao Dai Summer Palace
  2. Dalat Cathedral
  3. Robin Hill 1600m (Tiket cable car VND 60.000)
  4. Buddhist Meditation Monastery & Paradise Lake
  5. Datanla Waterfall (Tiket Roller Coaster VND 60.000)

Pengeluaran untuk tour sesi 1 sebesar VND 170.000, untuk pembelian tiket, kopi panas & dingin (2x) dan cemilan.

Istirahat untuk makan siang

Waktu menunjukan pukul 11.30, rombongan tour balik ke restaurant dimana tempatnya adalah hotel tempat saya menginap. Inilah yang menjadi dasar juga kenapa saya memilih Trung Chang Hotel, dari sisi hargapun terbilang murah. Dalam perjalanan menuju restaurant tour quide menanyakan “apakah semua suka babi ?” semua rombongan tour meng-iyakan dan hanya saya yang bilang tidak. Dengan balasan cepat tour guide bilang “jangan kuatir, kita akan menyiapkan makanan halal khusus buat kamu” *lega rasanya… Memang benar-benar rekomended ini TheSinh Tourist, tidak salah kalau banyak traveler yang merekomendasikan.

Sampai dihotel saya buru-buru masuk kamar dan charging handphone, setelah itu kembali ke ruang restaurant untuk mendapatkan makanan. Saat makanan dihidangkan, saya melihat menu daging bakar untuk orang lain dengan kuah semacam sup. Dalam benak saya akan mendapatkan daging sapi yang dibakar, ternyata saya mendapatkan tahu goreng setengah matang dengan bumbu kecap, nasi, semangkuk sup *hahaha….ya wes lah lumayan yang penting halal. Dan untuk makanan penutup disajikan semangkuk buah dengan juice pisang.

Setelah saya selesai makan siang, sekitar jam 13.00 kami melanjutkan tour dengan tujuan Stasiun lama yang mempunyai sejarah dalam transportai di kota Dalat pada waktu itu. Ohya, untuk tour guide harus berganti orang, karena tour guide yang pertama ada urusan dikantor agen.

Tour sesi 2 (sore) :

  1. The Old Railway Station
  2. Valley Of Love
  3. Preserved flowers showroom
  4. Stop over at Da Lat jam workshop to enjoy locally produced jam and buy local specialties

Pengeluaran untuk tour sesi 2 sebesar VND 250.000, untuk cemilan dan oleh-oleh manisan

Penjelasan mengenai tempat-tempat wisata ini saya rangkum pada artikel yang berbeda, dengan beberapa foto ukuran besar. Bisa dilihat dan dibaca pada One Day Tour – Dalat City

Waktu menunjukan pukul 14.00 tour sudah selesai dan mengarah balik ke Hotel, berhenti sebentar disebuah home industri untuk melihat proses cemilan (semacam manisan) dibuat. Di tempat ini saya diperbolehkan untuk mencicipi cemilan tersebut, bahkan diberi 2 model minuman kesehatan yaitu kopi herbal dan teh antioxid berasal dari bunga apa gtu namanya *maaf lupa.

Karena merasa dihargai dan diberi tester cemilan, saya pun membeli beberapa cemilan manisan *itung-itung buat oleh-oleh

Jalan Sore – Bùi Thị Xuân

Pukul 15.00 rombongan tour tiba dihotel, saya segera ke kamar untuk mandi, charging handphone dan rebahan sebentar. Ada satu tempat yang harus saya kunjungi yaitu Crazy house, sekaligus ingin jalan-jalan sore menikmati suasana kota. Sekitar 1 jam beristirahat saya pun bersiap, karena tidak terkejar waktu saya berniat jalan kaki ke Crazy House. Jarak dari hotel sekitar 1,8 km dan kurang lebih ditempuh sekitar 25 menit dengan jalan kaki. Sejauh mata memandang saat jalan kaki terlihat hamparan danau dan pegunungan yang indah, belum lagi tatanan kota dengan hiasan bunga-bunga disepanjang jalan. Kurang lebih berjalan sekitar 10 menit, ada tukang ojek ditepi jalan menawarkan jasanya untuk mengantar. Iseng saya katakan mau ke Crazy House kepada tukang ojek, awalnya dia tidak paham, setelah itu saya tunjukan tulisan di peta akhirnya dia paham dan meminta ongkos VND 20.000. Saya nego VND 10.000, lumayanlah kalau boleh buat nikmatin suasana sore dengan naik motor. Ternyata dia tidak mau *hehehe… Ya sudah saya lanjut jalan kaki, tapi selang beberapa langkah dia bilang “baiklah saya antar” *hahahah yes berhasil

Jalanan suasana lalu lintas di Kota Dalat yang semrawut tidak jauh beda dengan di Kota Ho Chi minh, mungkin sudah jadi budaya mereka.

Crazy House

Sampailah di Crazy House, saya langsung ke bagian tiket dan membelinya dengan harga VND 40.000. Tempat ini buka mulai pukul 08.30 – 19.00 dan saya baru tahu ternyata kamar yang ada di rumah ini juga disewakan. Jadi bagia kalian yang ingin merasakan sensasi yang beda silahkan coba untuk menginap.

Masuk kedalam rumah ini kita dibawa seperti dunia mimpi, dengan pahatan yang sangat halus karena tidak terkesan asal-asalan. Sampai dengan saat ini pada beberapa bagian ruangan masih di kembangkan, terlihat ada bangunan yang belum jadi dan terdapat alat-alat tukang serta bahan bangunan. Saya berusaha naik ke bagian paling tinggi, yang harus melewati semacam tangga yang cukup dilewati satu orang. Sebuah pemandangan yang indah dari bagian paling atas, melihat Kota Dalat dari rumah ini dengan diikuti warna langit senja menambah rumah ini terliat eksotis.

Crazy House

Ntah berapa lama saya berkeliling dan mengambil foto dirumah ini, setelah puas saya pun langsung keluar karena saya masih mempunya rencana ke Central market.

Hari masih terlihat terang saat saya keluar dari rumah ini, rasa haus melanda *hahaha….naik-turun tangga. Ada sebuah kedai disamping rumah ini, saya pun memesan kopi panas seharga VND 10.000 sambil duduk melihat wisatawan disekitar. Dan mata saya pun tertuju pada penjual jajanan diseberang jalan dari tempat saya minum kopi, saya amatin cara buatnya dan menarik sepertinya untuk dicoba. Selesai minum kopi saya menghampiri penjual jajanan itu dan melihat bahan-bahan yang dia gunakan *halal nggk nih. Saya pun memesan ntah apa itu namanya bisa dilihat difoto, dengan harga VND 15.000 cukup murahlah karena menggunakan bahan yang saya tahu ada paper rice dan telur.

Kopi & Cemilan

Sambil jalan dan menikmati cemilan ini menuju central market.
Jalan kaki di Kota Vietnam memang harus siap jantung, karena bunyi klakson tan-tin, tat-tet-tot benar-benar membuat bising telinga. Ditengah perjalanan, walau saya sudah berjalan di trotoar sempat diklakson pengendara motor. Ternyata sebuah perilaku yang sama dengan di Indonesia, saat jalanan macet maka trotoar pun sebagai alternatif. Karena saya kaget dan konsentrasi mengamati pinggir jalan spontan saya teriak karena jengkel *janc*k hahaha dalam hati bodoh amat dia nggk ngerti.

Jalan Sore – Phường 1

Sekitar 10-15 menit berjalan kaki sampailah saya di sebuah simpang 5 dengan taman ditengah jalan, akhirnya saya berhenti sejenak. Ada penjual minuman dipinggir jalan dengan kursi kecil yang unik untuk kita duduk, minuman ini setelah saya lihat gambar pada menu dan rasakan adalah soyabean seharga VDN 10.000. Menikmati minuman sambil melihat hiruk-pikuk lalu lintas simpang 5 ini disenja hari. Tempat saya minum ini merupakan ujung dari pada central market, jadi bila kesana tinggal menyusuri tepian jalan yang banyak orang jualan dimalam hari.

Soyabean / BAP

Central Night Market

Udara mulai dingin dan malam pun tiba, saya berjalan disepanjang jalan menuju central market. Banyak penjual pakaian (jaket paling banyak), kerajinan tangan, rajutan dan makanan berat maupun ringan disepanjang jalan ini. Saya sempat membeli rajutan pakaian untuk calon anak yang sedang dikandung istri seharga VND 80.000 dan tas unik untuk anak seharga VND 70.000, harga tersebut saya dapatkan setelah melalui tawar-menawar. Ohya, kalau kalian beli sesuatu di Vietnam usahakan ditawar karena pedagang disini modelnya persis di Indonesia. Mereka akan pasang harga tinggi bagi turis asing, karena saya sudah mendapatkan info ini sebelumnya jadi saya selalu menawar pada posisi 15-25% harga barang *hahahaha….gilakan. Nanti akan saya bahas lebih lanjut pada tips traveling di Vietnam.

Baju Rajut & Suasana pasar di malam hari

Karena udara semakin dingin dan saya membawa beberapa tas kresek oleh-oleh, akhirnya saya putuskan kembali ke hotel untuk ganti baju dan mengurangi beban bawaan (camera). Suhu udara kali ini mencapai 13o  C, diluar dugaan saya yang sebelumnya berkisar antara 17-20 derajat. Central market ini tidak jauh dari hotel tempat saya menginap, berjalan kaki sekitar 10 menit (santai). Sampai dikamar segera ganti baju (penahan dingin) dan istirahat sebentar, kurang lebih 30 menit saya kembali berjalan menuju central market.

Kali ini saya ingin menikmati kuliner dimalam hari, makanan yang pertama saya coba adalah semacam barbeqeu yang terdiri dari beberapa macam daging dan sayuran. Setelah pilih-pilih dapatlah beberapa tusuk daging sapi, daging burung dan sayuran dengan harga VND 40.000 cukup murah dibanding di Indonesia. Di central market ini sangat ramai dan merupakan pusat perdagangan yang memang dilakukan dimalam hari, terlihat para penjual bahan masakan dapur jadi tidak hanya menjual makanan siap saji.

Barbeque

Selesai menyantap makanan saya pun lanjut berjalan mengelilingi bundaran central market, dan menyusuri penjual diseberang jalan awal (sebelah kanan). Nah pada bagian sisi jalan ini banyak sekali para penjual cemilan dan minuman, ternyata soyabean maupun greenbean menjadi ikon minuman panas dimalam hari (kalian mesti cobain). Belum puas dengan makanan barbeque, saya pun mencoba menikmati minuman panas greenbean dengan kudapan roti goreng seharga VND 25.000.

Pedagang sayur & Greenbean

Waktu menunjukan pukul 21.000, saya pun memutuskan untuk kembali ke hotel karena harus packing dan istirahat. Besok pagi saya harus melanjutkan perjalanan ke Kota Mui Ne.
Selamat tidur…

Catatan : pengeluaran hari ini adalah sebesar VND 770.000 (+/- Rp460.000)

Untuk Day-4 akan berlanjut di Traveling ke Kota Mui Ne – Vietnam