Sebuah rencana touring yang mungkin terbilang dadakan, karena sebelumnya saya merencanakan solo touring tujuan Gili labak (Madura). Melihat beberapa teman yang antusias riding dan mengajak lebih jauh makanya diputuskan untuk Malang – Bali – Lombok.

Beberapa hari sebelum keeberangkatan kami sudah membuat itinerary dan melakukan booking hotel. Untuk jadwal sendiri sebenarnya saya sudah membayangkan poin-poin touring ini, karena menjelang akhir tahun memang saya merencakan touring ke arah timur tapi tidak dengan bali, karena bosan sudah beberapa kali. Kurang lebih seperti dibawah ini untuk itinerary touring kali ini, dengan beberapa hal bisa kondisional melihat situasi dan kondisi.

Seperti dalam rencana jam 19.00 kami kumpul pada titik poin yang sudha disepakati dan jam 20.00 kami berangkat dari kota malang dengan kondisi hujan (nggk begitu deras), perjalanan tetap kita tempuh dengan menggunakan jubah *jas hujan maksudanya. Kami berhenti didaerah probolinggo untuk sekedar minum dan salah satu teman ada masalah pada intercom (sena), kurang lebih berhenti 15 menit kami lanjutkan perjalanan untuk menuju titik pemberhentian awal. Saat berangkat kami sudah merencakan untuk makan malam dan melepas lelah serta mengisi bahan bakar di Utama Raya. Makan, ngopi, dan sekedar melepas lelah kurang lebih 30 menit kami lanjutkan lagi perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang – Banyuwangi.

Info :

  • Isi formulir pada bagian meja yang berada di kanan-kiri jalur masuk motor
  • Tiket untuk motor golongan 2 yaitu Rp21.000 (Siapkan uang pas kalau bisa)
  • Penyebrangan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam (termasuk loading dan bongkar muat)
  • Perbedaan waktu selisih 1 jam dengan pulau jawa

 

 

Sekitar pukul 04.00 setelah turun dari kapal kami langsung melanjutkan menuju singaraja. Jalanan hutan dengan aspal yang terbilang mulus perjalanan menuju singaraja, walau gelap kurang lebih saya paham karena pernah melewatinya saat siang hari. Kami berhenti di pom bensin sebelum memasuki singaraja (kurang 8km) untuk melakukan sholat subuh dan rehat sejenak sebelum melnajutkan ke singaraja untuk sarapan.

Masuklah kami di kota singaraja dengan suasana jalan yang agak ramai karena orang mulai melakukan aktifitas kerja maupun sekolah, beberapa kali kami menepi untuk cari makanan ternyata tidak ada yang cocok, maka perjalanan kita langsung menuju Pelabuhan Padangbai. Jalanan mulai syahdu (berkelok-kelok) sayangnya masih banyak lubang saat mulai masuk jalur Gunung Batur (Kintamani). Ditengah perjalanan kami mendapati spot pemandangan yang indah ditambah dengan terbitnya matahari, sejenak untuk bernarsis ria sambil menghirup udara pegunungan yang sejuk.

Perjalanan kami lanjutkan setelah cekrak-cekrik (foto) masih dengan jalur berkelok-kelok dengan suasana pedesaaan. Tibalah kami di tempat paling eksotik yaitu view kintamani, sebuah jalanan perbukitan dengan pemandangan gunung dan danau. Kaki dan tangan sudah gatal rasanya untuk berhenti dan segera ingin ambil kamera untuk mengabadikan momen, sambil berjalan pelan sekalian kami mencari tempat makan. Alhamdulillah ternyata ada tempat makan yang sudah buka di jam 8 pagi, bahkan dengan menu spesial yang belum pernah kami rasakan.

 

Ikan nyat-nyat dan segelas kopi bali (Apa itu Ikan Nyat-nyat & rasa kopi bali)

Sarapan dengan pemandangan eksotik, berasa lelah hilang seketika

Hati berasa ingin lama di tempat itu tapi kami masih punya jadwal yang harus diselesaikan. Kurang lebih 45 menit kami makan, ngopi, cuci muka dan berfoto ria, kami lanjutkan perjalanan dengan kecepatan yang relatif pelan karena tidak ingin melewatkan momen didaerah kintamani dipagi hari.

Kurang lebih perjalanan 1,5 jam sampailah kami di Pelabuhan Padang Bai, sepanjang perjalanan terbilang lancar walau sempat saya pribadi mengalami kacau pada GPS. Pelabuhan Padang Bai ini melayani pelayaran ke Pelabuhan Lembar 24 jam layaknya Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, jadi bagi kalian nggk perlu kuatir setiap saat bisa menyebrang. Karena penyebrangan memakan cukup waktu yang lama, maka carilah tempat duduk yang bisa untuk tidur.

 Info :

  • Sebelum masuk Pelabuhan persiapkan surat-surat kendaran (pengecekan)
  • Biaya Penyebrangan sebesar Rp121.000 (Motor kelas II)
  • Lama pelayaran sekitar 4-5 jam
  • Angin lumayan kencang, saat di dak kapal tanyakan kepada petugas untuk penempatan motor yang aman
  • Pastikan barang-barang berharga kalian bawa naik.

 

Lombok! Akhirnya…
Selepas turun dari kapal kami langsung gas menuju hotel, didaerah tengah kota mataram atau bisa disebut lombok utara. Pemilihan hotel didaerah utara karena pada hari berikutnya kami meng-explore bagian utara atau lombok bagian atas kalau diliat pada peta. Kurang lebih sekitar 20 menit sampailah kami dihotel, bongkar box, mandi, sholat dan istirahat sejenak karena kami merencanakan untuk kuliner pertama “Ayam Taliwang” pada menu makan malam.

Sekian perjalanan kami ke Lombok, untuk explore lombok berikutnya akan saya sambung pada : Touring Malang – Lombok (Mataram) – Part 2