Siapa yang tidak mengenal bromo, sebuah gunung berapi yang masih aktif berada dalam kawasan Taman Nasional Tengger Semeru. Keindahan dari sisi manapun tidak dapat dipungkirin, banyak objek wisata yang bisa kita nikmatin.

Sudah lama saya merencanakan ingin riding pagi untuk menikmati sunrise di kawasan bromo.
Ntah kebetulan atau memang kami sudah kehabisan tempat tujuan untuk sunmori. Dihari sabtu sore ternyata teman-teman dari Club Monster Chapter Malang mengajak saya melalui WA (Whatsapp Messenger). Mengajak bagimana kalau besok kita sunmori ke Bromo, melalui jalur gerbang selatan (jemplang). Padahal disore hari saya berencana ntar malam  saya coba mengajak teman-teman untuk sunmori ke Bromo. Karena punya tujuan dan hasrat yang sama untuk mengejar Sunrise, saya pun meng-iyakan. Sepakat kami kumpul di daerah tumpang, tepatnya dipertigaan tugu pada jam 05.00.

Ohya, jarak kawasan Bromo dari rumah saya sekitar 35 km, dapat ditempuh sekitar 30 menit menggunakan motor dengan average speed +/- 80 km/jam.

Rute Sunmori

Karena kami akan masuk melalui gerbang kawasan bromo di bagian selatan, maka rute yang harus kami lewati yaitu Tumpang, Poncokusumo, Gububklakan, Wisata Coban Pelangi, Desa Ngadas dan Jemplang, yang merupakan titik dimana spot Sunrise dari sisi selatan.

Rute Sunmori – Bromo

Menuju Titik Kumpul

Pagi ini jam 04.45 saya sudah bersiap untuk jalan.
Perjalanan saya mulai dengan isi bahan bakar setelah itu langsung menuju titik kumpul. Ternyata sampai di tugu saya terlambat 5 menit, saat beli bahan bakar harus menunggu karena petugas hanya satu jadi gantian. Teman-teman dari club juga belum ada yang datang.

Kurang lebih menunggu 5 menit terdengar suara bisingnya knalpot motor *dalam hati ini pasti pasukan arogan hahaha… Iya ternyata benar, saya pun bersiap. Saya melihat ada beberapa teman dari chapter surabaya, sejumlah 3 orang yang ikut dalam sunmori kali ini. Total kami sebenarnya ada 8 orang, tetapi ada 1 orang yang menyusul karena mungkin bangun kesiangan.

Poncokusumo

Perjalanan kami lanjut dengan kondisi masih petang, begitu juga jalanan sangat sepi hanya beberapa terlihat aktifitas penduduk saat melewati beberapa desa. Saat melewati desa poncokusumo seandainya hari sudah terang atau mungkin agak siang sedikit, sebenarnya sangat menarik untuk dinikmati. Sepanjang jalan ini terdapat kebun apel dan sayuran milik penduduk sekitar. Nah kalau pas beruntung mereka panen, kita bisa membeli dengan harga murah.

Gubugklakan

Memasuki daerah Gubugklakan ditandai dengan banyaknya rumah dikanan-kiri jalan. Mungkin bisa dibilang kehidupan disini lengkap, karena terdapat sekolahan dan beberapa fasilitas umum. Dan diakhir daerah ini ditandai dengan gapura, yang sebenarnya ada penjaga yang menarik biaya semacam retribusi. Karena mungkin mereka masih tidur jadi kami tidak perlu berhenti dan membayar.

Sekedar info
Bagi kalian yang mau ke Bromo melewati jalur ini menggunakan mobil standart (bukan offroad), saya sarankan berganti kendaraan dengan menyewa hardtop (4×4). Tepatnya di daerah Gubugklakan setelah gapura sebelum Wisata Coban Pelangi, kalian akan menemukan rest area disamping kiri. Disitu kalian bisa memarkir kendaraan dan berganti dengan menyewa.

Jalur yang akan dilewati memang jalanan aspal tetapi masih banyak aspal yang rusak,  menyebabkan genangan air dan lumpur. Lebar jalananpun tidak terlalu besar, jadi saat ada kendaran yang bertemu dari lawan arah maka roda kendaraan sebelah kiri harus keluar ke bahu jalan yang berupa tanah liat pegunungan. Apalagi disaat musim hujan tanah liat akan bercampur air, apabila dengan model ban biasa akan terjadi selip.

Jadi menteri penerangan…*hahaha, ok kembali ke sunmori

Wisata Coban Pelangi

Selepas melewati rest area, jalanan berubah menjadi jalur aspal yang agak rusak dengan tantangan kanan-kiri berupa jurang. Bahkan pemandangan dari jalan ini begitu indah, terlihat pegunungan yang eksotis.

Sepanjang jalur sebelum maupun sesudah Wisata Coban Pelangi jalanan yang kami lewati berupa cor beton yang basah, karena embun. Jadi mau hujan atau tidak, tetap saja basah…basah…basah…seluruh tubuhku… *jadi dangdutan hahaha… Lanjut kami nikmati jalur bergelombang, naik-turun berbukit dan geal geol (jalanan rusak).

Gerbang Tiket Kawasan Tengger Semeru

Sampailah kami diperbatasan kawasan bromo, ditandai dengan semacam gapura dan setelah itu sekitar 100 meter terdapat bangunan kantor untuk pembelian tiket masuk. Kami berhenti semua untuk membeli tiket dan beristirahat sejenak sambil menikmati sejuknya udara pegunungan. Untuk tiket sebesar Rp32.500/orang (hari minggu) dan kendaraan Rp5.000/motor.

Gerbang Selatan Kawasan Tengger Bromo

Beberapa saat setelah saya bayar tiket, teman kami yang menyusul juga sampai. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan bersama. Jalur yang dilewati setelah bagian tiket ini masih berupa cor beton, mungkin sekitar 500 meter jalanan berganti aspal .

Ngadas

Saat jalanan berganti aspal di-iringi dengan pemandangan pegunungan yang indah dan jalur yang TOP BGT!
Walau kanan-kiri jalan ini berupa jurang, itu tidak membuat siapa saja lewat akan takut. Justru akan membuat orang akan takjub, karena kemiringan jurang ini dihiasi oleh kebun sayur milik penduduk. Jalur ini dihiasi jalanan yang naik-turun bahkan berkelok membentuk huruf-U, sampai dengan tikungan menanjak dan sempit.

Jemplang

Setelah menikmati jalanan yang terbilang sadis, sampailah di daerah jemplang. Daerah ini ditandai adanya beberapa warung yang buka 24 jam yang menjual bahan bakar kendaraan, perlengkapan pakaian (penahan dingin) serta beberapa makanan dan minuman. Tempat ini juga merupakan titik pemecah jalur, dimana kalau belok kanan merupakan jalur ke Ranupane (untuk pendaki), belok kiri jalur ke gunung batok (untuk trail dan mtb), sedangkan kalau kita lurus menuju Bromo melewari padang sabana (terkenal dengan bukit teletubies).

Ternyata sesampai disini, tepatnya pukul 05.45 matahari sudah nongol bersinar walau belum begitu terang. Yaa sudah…kami berhenti untuk menikmatinya dan berfoto ria.

Sunrise Bromo

Padang Savana

Kurang lebih 30 menit kami berhenti, akhirnya lanjut menuju spot rekomendasi salah satu teman. Letaknya di area savana, yang biasa digunakan untuk orang-orang yang camping. Jalur yang dilewati merupakan jalanan menurun dan berkelok, setelah itu disambut jalanan berpasir padat (karena agak basah). Sepanjang jalan turun ini kita akan diberi pemandangan bukit teletubies yang memang mirip di film serial anak-anak. Bahkan saat kabut belum hilang, kita seakan-akan riding berada diatas awan.

Kabut di Kawasan Savana Bromo

Kurang lebih menuruni jalur jemplang setelah melewati batasan kabut, udara berganti sangat dingin dan sedikit basah karena embun. Jarak pandang tidak bisa jauh, mungkin hanya sekitar 3-5 meter karena begitu tebalnya kabut dan matahari dibagian ini masih tertutup pegunungan.

Sesaat saya dan beberapa teman berhenti dan memutuskan untuk kembali, dengan pertimbangan kita lanjutkan setelah kabut hilang. Saya dan ke tiga teman dari surabaya kembali ke titik sebelum melewati batasan kabut, dengan niatan untuk berfoto.

Narsis dulu yaa…

Ntah berapa lama kami disini, melihat jalur savana masih tertutup kabut tebal. Salah satu teman dari padang savana akhirnya melewati kami, dia harus balik Kota Malang karena ada kegiatan perkuliahan (S2).

Camp Ground Savana

Setelah cukup kami berfoto dan melihat jalanan disekitar savana mulai terlihat, kami memutuskan untuk melanjutkan ke Camp ground. Tiga orang teman kami sudah lebih dulu berada disana.

Camp Ground ini tepatnya di area padang savana dari arah jemplang sebelah kanan setelah jalur aspal/cor beton habis. Ditandai dengan adanya pohon besar dan rindang dengan background tebing pegunungan.

Savana Camp Ground – Kawasan Bromo

Ngopi & Pulang

Setelah dirasa cukup untuk berfoto akhirnya kami membagi 2 kelompok, karena ada beberapa teman yang ingin merasakan sensasi lautan pasir. Saya beserta teman dari surabaya kembali menuju jemplang untuk menikmati minuman panas (kopi & susu) di warung.

Ntah berapa lama, waktu menunjukan sekitar pukul 10.00 ketiga teman datang dan akhirnya memutuskan untuk pulang.

Sampai bertemu di cerita Sunmori berikutnya….