Kuala Lumpur merupakan ibukota dari Malaysia. Kota ini banyak dikunjungi wisatawan internasional sepanjang tahun karena terdapat banyak sekali tempat wisata yang menarik. Dari sekian banyak, mana yang bisa kalian kunjungi dalam waktu sehari.

Stasiun & Terminal KL Sentral

Tempat wisata di Kuala Lumpur banyak jenisnya, mulai dari tempat wisata religi, tempat wisata belanja, tempat wisata kuliner, tempat wisata modern, hingga tempat wisata tradisional. Maka disini saya akan membuat One Day Tour tanpa menggunakan Agen wisata dan mengandalkan transportasi umum. Supaya kalian bisa menghemat biaya dan memaksimal waktu saat traveling.

Saya akan membuat One Day Tour start dan finish di KL Sentral. Karena KL Sentral merupakan sentral transportasi kereta dan bus di Kuala Lumpur. Kita mulai dari pagi hari, kalian bisa mengunjungi Batu Cave (Gua Batu) dengan naik KTM Komuter dari KL Sentral.

Batu Cave (Gua Batu)

Gua ini merupakan gua alam yang berada di bukit dengan ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Lokasi gua ini terletak di distrik Gombak, sekitar 13 km di sebelah utara Kuala Lumpur. Batu Caves buka setiap hari mulai dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam.

Batu Caves – Malaysia

Sejarah gua ini terjadi karena pergeseran permukaan bumi selama ribuan tahun yang membuat rekahan-rekahan. Pada akhirnya membentuk tiga gua utama dan beberapa gua kecil di bukit yang terbuat dari batu marmer.

Tempat ini menjadi pusat kegiatan umat Hindu di Malaysia dalam melakukan upacara keagamaan utama mereka yaitu Thaipusam. Pada saat festival Thaipusam, ratusan ribu umat Hindu berdatangan dari seluruh Malaysia untuk berkumpul dan merayakan upacara di gua batu ini. Festival ini diselenggarakan setiap bulan ke-10 menurut kalendar Tamil (sekitar akhir Januari-Februari).

Bagian Luar & dalam – Batu Caves

Setelah dari Batu Caves, kalian bisa naik kereta KTM Komuter dengan tujuan stasiun pertukaran Pasar Seni dan dilanjut jalan kaki.

Pasar Seni

Pasar Seni (Central Market) adalah pasar tertua di Malaysia yang berdiri sejak tahun 1888 dengan bangunan khas kolonial Inggris.

Pasar ini terdiri dari kios-kios yang menjual barang-barang kerajinan seni karya tangan, tetapi banyak juga yang menjual makanan kuliner disekitar. Banyak juga para wisatawan yang membeli souvenir khas Malaysia seperti miniatur twin tower, fridge magnet, snow globe, dan beberapa barang yang cocok dijadikan oleh-oleh khas Malaysia.

Pasar Senin (Central Market) – Kuala Lumpur

Tak jauh dari Pasar Seni dengan berjalan kaki, kalian akan menemukan jalan petaling (Petaling Street).

Petaling Street (China Town)

Petaling Street merupakan pusat jualan warga china di Kuala Lumpur.
Didaerah ini kalian bisa mendapatkan segala macam barang yang berbau etnik chinese, tas, jam tangan, souvenir yang bisa kalian jadikan oleh-oleh khas Malaysia. Harga yang ditawarkan cukup murah (syaratnya kalian harus pintar menawar) dibanding harga barang di Pasar Senin. Jalan ini akan dipenuhi para pedagang kaki lima seperti Chinatown yang ada di Singapura.

Urusan kuliner kalian tidak akan kekurangan pilihan di sini, karena terdapat berbagai jenis sajian yang ditawarkan. Banyak juga terdapat restoran-restoran yang telah beroperasi beberapa generasi lamanya. Kalian juga akan menemukan tempat massage ataupun refleksi di ruko-ruko belakang kios. Jadi bisa kalian manfaatkan untuk makan siang dan istirahat (pijit) kalau capek melakukan One Day Tour.

Petaling Street (China Town) Kuala Lumpur

Setelah puas belanja dan kuliner, kalian bisa naik kereta RapidKL dari stasiun Pasar Seni menuju KLCC

Twin Tower (KLCC)

Menara Petronas (juga dikenal sebagai Petronas Twin Towers) adalah pencakar langit dan menara kembar yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Menara ini sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia tahun 1998-2004 yang pada waktu dikalahkan oleh menara Taipei 101. Petronas Twin Towers dirancang oleh arsitek Argentina Cesar Pelli dan Djay Cerico dibawah konsultasi Julius Emas dan insinyur Filipna Domingo.

Twin Tower Petronas Malaysia

Menara Kembar Petronas (Petronas Twin Towers) berada di antara Jalan Ampang dan Jalan Raja Chulan. Lokasinya juga dekat dengan Mandarin Oriental Hotel dan di seberang The Ascott.

Tepat di bawah menara kembar ini ada pusat perbelanjaan yang besar dan elit yang diberi nama KLCC Suria Shopping Complex. Kalian akan menemukan banyak toko-toko eksklusif yang menjual barang-barang bermerk ternama. Mirip dengan Takashimaya / Paragon di Singapore.

Di sini juga terdapat banyak tempat-tempat wisata yang menarik lainnya seperti Petronas Philharmonic Hall tempat pertunjukan acara musik klasik hingga jazz, Petrosains Science Centre, Petronas Art Gallery dan Kuala Lumpur Convention Centre, dimana The Aquaria Oceanarium berada.

Mall KL Suria

Sudah yakin puas berfoto ?
Lanjut naik kereta RapidKL dengan tujuan stasiun Dang Wangi. Setelah sampai, kalian keluar stasiun lanjut jalan kaki menuju stasiun monorail Bukit Nanas sekitar 200-300 meter dan ambil tujuan Bukit Bintang.

Bukit Bintang

Merupakan nama jalan yang terletak ditiga jalan utama. Jalan Bukit Bintang dimulai dari Jalan Pudu dan berpotongan dengan Jalan Sultan Ismail. Daerah ini dibatasi oleh Jalan Raja Chulan di utara dan Jalan Imbi di selatan.

Bukit Bintang – Kuala Lumpur

Bukit Bintang adalah sebuah pusat perbelanjaan dan hiburan kota di Kuala Lumpur. Kawasan ini dipenuhi oleh pusat perbelanjaan, kafe, klub, toko, dan mall. Daerah ini sangat populer di kalangan wisatawan lokal dan terutama generasi muda. Ada banyak hotel dan restoran yang terletak di areah ini, serta restoran-restoran atau tempat makan yang bagus dan juga outlet-outlet fashion merk (brand) internasional. Banyak juga yang menjual souvenir untuk oleh-oleh, tapi saran saya jangan beli disini karena jauh lebih mahal.

Daerah ini telah banyak diperbaiki dan mengalami perrubahan selama 5 tahun terakhir dan menjadi salah satu surga bagi para shopaholic. Hampir setiap peristiwa besar akan dirayakan di sini malam seperti Countdown Tahun Baru, perayaan-perayaan lainnya serta fashion show, konser jalanan dan pesta-pesta jalanan.

BB Park, Bintang Walk & LowYat – Bukit Bintang

Setelah puas berfoto bahkan menguras dompet kalian, waktunya kuliner. Kalian bisa jalan kaki sekitar 200 meter, menuju jalan Alor.

Alor Street

Merupakan nama jalan yang memang dibuat untuk memfasilitasi para penjaja makanan dengan cita rasa lokal mulai dari Cina, India, Indonesia, Thailand, Malaysia dan bahkan perpaduan diantaranya.

Jalan Alor sangat populer dengan hidangan lokal yang lezat, dihidangkan secara tradisional dengan suasana tempat terbuka, dengan kursi dan meja yang ditata di sepanjang pinggiran jalan. Biasa kalau di Indonesia kita sebut tempat makan kaki lima. Ini adalah tempat yang paling ramai baik siang maupun malam hari, dipenuhi oleh pekerja kantoran di siang hari dan turis di sore dan malam hari.

Tempat ini mirip dengan tempat makan jalanan yang berada di Chinatown Singapura. Dimana ada pedagang makanan kaki lima yang berjejer di sepanjang trotoar dan ada juga restoran dan toko yang buka di belakang para pedagang makan kaki lima ini.

Kuliner & Cemilan

Kuliner Alor Street

Setelah kenyang kuliner disini, kalian bisa jalan kaki menuju stasiun monorail Bukit Bintang dan ambil tujuan KL Sentral.

Semoga bermanfaat dan traveling kalian menyenangkan 🙂
Kalau dirasa cukup di Kuala Lumpur, mungkin kalian bisa mencoba berpindah kota dengan Traveling Negeri Melaka – Malaysia