Diberitakan kalau mau pergi ke luar negeri harus menunjukan bukti rekening uang jaminan atau deposit sebesar Rp25 juta. Apakah hal itu benar tegas atau merupakan sebuah salah satu syarat yang tidak wajib ?

Saya mencoba menelusuri sebuah berita yang diinfokan oleh teman, bahwa ada sebuah kebijakan aturan baru dari imigrasi. Dilansir dari situs berita radar malang :

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Malang Novianto Sulastono menyatakan, misi aturan baru itu awalnya untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebab, TPPO ini bisa jadi berawal dari pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal melalui modus operandi seperti haji, umrah, berwisata, dan lain-lainnya. TKI yang rentan jadi korban TPPO itu biasanya memang berangkat ke luar negeri tanpa bekal uang yang cukup.

Nah, agar tidak ada lagi korban TPPO, setiap warga negara Indonesia (WNI) yang mengurus paspor untuk keperluan berwisata, diminta menunjukkan deposit tersebut. ”Aturan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi ini justru malah untuk melindungi WNI, mencegah terjadinya TPPO,” tegas Novianto, kemarin (4/3).

Kasus TPPO termasuk dalam kategori transnational organized crime atau kejahatan yang bersifat luar biasa. Karena itu, penanganannya pun harus melalui cara yang luar biasa (extraordinary). Salah satunya dengan upaya memperketat setiap warga yang mengurus paspor.

Setelah adanya aturan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Malang sejak awal tahun ini sudah menolak 17 pemohon paspor. Karena ketika pemohon diwawancarai oleh petugas imigrasi, mereka mencurigakan. Termasuk ketika ditanya berapa penghasilannya selama satu bulan, pemohon paspor juga tidak memberi informasi yang jelas. ”Hal itu dilakukan semata-mata untuk menghindari penyalahgunaan paspor,” terang Kasi Insarkom Kantor Imigrasi Malang Hanifa Aryani, Senin lalu (27/2)

Penelusuran lebih dalam membuka sebuah “Surat Edaran (SE) Nomor IMI-0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia Nonprosedural.” Silahkan baca dan lihat di Website Imigrasi.

Didalam surat edaran tersebut jelas maksud dan tujuan utamanya. Yaitu pada poin 2 surat edaran adalah

Maksud :
Dalam rangka pencegahan terjadinya TKI Nonprosedural pada saat proses penerbitan dan/atau pemeriksaan keinigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)
Tujuan :
Untuk dijadikan petunjuk jajaran imigrasi pada saat melakukan proses penerbitan paspor dan/atau pemeriksaan keimigrasian di TPI guna mencegah terjadinya TKI Nonprosedural.

Dari 3 halaman yang saya baca, tidak ada yang menyebutkan harus melakukan deposit sebesar Rp25 Juta. Jadi deposit itu adalah sebuah kebijakan yang tidak wajib atau bersifat kondisional. Hal itu akan berlaku apabila dirasa pemohon pasport saat wawancara dianggap tidak layak karena sesuatu hal (penilaian imigrasi).

Jadi hal ini bisa bersifat subyektif, karena tergantung penerapan dari setiap kepala kantor imigrasi. Dengan tetap mengacu berdasarkan aturan yang sudah ada dan terkait. Hal ini saya perkuat dengan kutipan disalah satu berita dari Website Detik :

Kepala Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno, mengatakan pihaknya telah menolak puluhan pengajuan pembuatan paspor Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak ke luar Indonesia. Hal tersebut ditengarai karena pengajuan memuat beberapa masalah prosedural.

Masalah tersebut antara lain pemohon tak dapat melengkapi dokumen administrasi, pemohon menggunakan data paspor lama sementara Biometric Matching System (BMS) merekam ada paspor yang lebih baru, data diri di paspor lama dan baru berbeda, ditemukannya duplikasi paspor, pemohon memberi data fiktif.

“Mereka diduga akan bekerja di luar negeri secara non-prosedural dan tidak mampu menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ke negara lain dengan jelas,” terang Agung melalui pesan singkat, Senin (20/2/2017) malam.

Dari data yang diberikan Agung, Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan Madura menolak 25 pengajuan penerbitan paspor, Kantor Imigrasi Kelas II Karawang menolak 10 pengajuan, Kantor Imigrasi Kelas II Jember menolak 50 pengajuan dan Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya menolak dua pengajuan dan Kantor Imigrasi Kelas II Tangerang membatalkan dua pengajuan penerbitan paspor.

Nah dari sini, saya menyimpulkan.

Bagi kita yang suka traveling, saya rasa tidak perlu kuatir. Karena tujuan kita jelas yaitu traveling untuk jalan-jalan wisata ataupun urusan pekerjaan yang jelas. Bagi kalian yang akan mengurus pasport baru dengan tujuan yang positif, bisa disiapkan beberapa hal yang menurut saya akan menjadi sukses tidaknya penerbitan pasport, antara lain yang bisa dipersiapkan :

  • Kalau kalian mengurus pasport untuk tujuan traveling, maka bisa dibawa tiket pesawat (PP) kalian untuk ditunjukan.
  • Apabila mengurus pasport untuk tujuan kerja / bisnis sesaat, ada baiknya tunjukan surat tugas/kerja dari perusahaan.
  • Jelaskan dengan detail tujuan kalian bikin pasport
  • Mau kerja atau traveling ada baiknya dipersiapkan juga itinerary yang jelas dan lengkap.
  • Kalau memungkinkan tunjukan juga bukti booking hotel/penginapan yang sudah kalian rencanakan.
  • Saat wawancara tunjukan kalian cakap akan komunikasi, rapi dan tegas saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan.
  • Bagi kalian yang berstatus pekerja ada baiknya tunjukan juga surat keterangan kerja, hal ini membuktikan jelas kalau kalian ke luar negeri hanya untuk traveling.

Update – Pembuktian

Hari ini 9/3/2017 istri saya melakukan perpanjangan pasport.
Berbekal dari kesimpulan yang saya tulis sebelumnya, alhamdulillah semua lancar. Saya menyuruh istri untuk mempersiapkan 2 hal yaitu Tiket PP untuk traveling bulan depan yang sudah kami pegang dan sejumlah uang di rekening sebesar Rp 30 Juta (print).

Karena keingin tahuan, saya menyuruh istri untuk tidak mengeluarkan dokumen tersebut terlebih dahulu. Saat wawancara memang ditanya mau kemana dan tujuan apa. Tanpa banyak bicara, istri cukup bilang mau traveling dan mengeluarkan print Tiket PP yang sudah kami pegang untuk penerbangan bulan april. Dan setelah tidak ada pertanyaan dari petugas lagi. Keluar deh kertas untuk pembayaran dan pengambilan.

Lembar untuk melakukan pembayaran & mengambil pasport

Semoga bermanfaat dan sukses mengurus pasport.
Apabila ada koreksi dan masukan dari kalian, silahkan komentar. Makasih