Ben Thanh Market atau dalam bahasa Vietnam disebut cho Ben Thanh adalah sebuah pasar yang terkenal di kota Ho Chi Minh. Pasar ini merupakan pasar tradisional yang cukup besar, dengan bentuk bangunan kuno yang khas.

Day-5 Malam Terakhir Di Vietnam

Tiba Di Ho Chi Minh

Kurang lebih pukul 18.00 sampai di agen bus TheSinh Tourist.
Saya segera ambil tas di bagian penyimpanan dan langsung berjalan menuju Vintage Hostel. Kurang lebih berjalan sekitar 10 menit sampai karena sambil lihat-lihat, walau yang sebenarnya tadi pagi cukup 5 menit.

Ternyata memang benar, kawasan Distric 1 ini merupakan pusat dari turis manapun. Saat saya lewat jalanan menuju penginapan sangat macet dan hingar bingar cafe pinggir jalan cukup membuat bising. Banyak juga pedagang dipinggir jalan yang berjualan rokok, cemilan maupun cinderamata.

Check-in Hotel

Sampailah di penginapan, langsung check-in menyerahkan pasport.
Ternyata pihak resepsionis sudah menunggu saya, karena saat booking saya memberikan catatan “early check-in” tapi salah paham. Saya berharap bisa check-in dipagi hari, tapi yang dipahamin resepsionis sekitar 1-2 jam sebelum waktunya check-in. Dibagian resepsionis hotel saya juga mengutarakan kalau besok pagi saya check-out sekitar pukul 07.00. Dia pun bilang akan mempersiapkan saya taxi kalau memang dibutuhkan dan membungkus sarapan pagi saya kalau mau dibawa.

Vintage Hostel Saigon

Saya segera menuju kamar dan ingin mandi, karena badan berasa gerah seharian nggk mandi. Sekitar pukul 19.00 saya sudah siap untuk jalan-jalan, walau sebenarnya masih capek. Saya tidak mau menghabiskan malam terakhir didalam kamar, karena saya sudah merencakan untuk ke Ben Thanh Market.

Ben Thanh Market

Jarak antara penginapan dengan Ben Thanh Market sekitar 1 km, jadi saya cukup berjalan kaki sekitar 15 menit. Kali ini saya tidak membawa kamera dan peralatannya, selain meringankan beban karena niatan untuk belanja.

Ben Thanh Market di siang hari (Foto By. Google)

Di Ben Thanh Market pasar terbagi menjadi dua waktu aktifitas dan tempat
Pada pagi hingga sore hari, kegiatan berpusat di dalam pasar. Sedangkan ketika hari menjelang sore sampai dengan tengah malam, pasar ini dilanjutkan dengan pasar malam (Ben Thanh Night Market) yang ada di jalanan di samping pasar ini. Di kedua sisi jalan di pasar Ben Thanh akan dipenuhi pedagang makanan, pakaian (baju dan kaos), dan souvenir. Sebenarnya pasar malam ini serupa dengan pasar kaget.

Suasana Ben Thanh Night Market

Karena ini merupakan malam terakhir, jadi saya hanya punya kesempatan menikmati pasar dimalam hari.

Saya mencoba berkeliling sengan mulai dari jalan pertama saya masuk, mata tertuju pada pedagang kopi. Siapa yang tidak tahu Kopi Vietnam ? bagi pecinta kopi pasti tahu, rasa yang dihasilkan sangat khas. Kopi Vietnam kalau saya bilang dari baunya cukup berbeda dengan kopi di Indonesia, bahkan rasanya seperti ada rasa coklat.

Kopi Vietnam pack dan ecer

Untuk tawar-menawar barang berdasarkan beberapa info yang saya baca harus tega, setidaknya 20-30% harga barang. sebagai contoh yang saya alami :

Saya berminat membeli kopi berukuran 500 gram yang sudah saya incar. Penjual membuka harga di VND 250.000 dan dia meminta saya untuk menawar. Saya coba tawar VND 50.000 *kejem yaa hahaha… Setelah itu penjual suruh saya menaikan harga, saya bilang “tidak” harga itu saja kalau boleh dan saya akan ambil 2 sambil saya berjalan pergi. Saat saya jalan penjual langsug menurunkan harga VND 200.000, saya pun tersenyum tapi terus melangkah. Kurang lebih 3-5 meter penjual memanggil dan saya pun kembali berharap deal. Ternyata penjual bilang kalau dia kasih harga khusus VND 150.000, saya tetep kekeh tidak *hahaha…kuat kuatan. Penjual pun meminta saya untuk melakukan penawaran ke dua. Ya sudah saya naikan menjadi VND 75.000 *eehh…dia sepertinya ngedumel. Saya tinggal pergi dengan harapan dipanggil lagi *hahaha… Ternyata setelah lebih dari 5 meter kok nggk dipanggil-pangil, dalam hati sepertinya perlu saya yang balik sendiri *hahaha… Saya pun balik dan menaikan harga menjadi VND 100.000, penjual tidak mau. Aahh sudahlah ntar juga ada penjual lain. Saya lanjut pergi, tapi sesaat jalan dia memanggil yang berakhir DEAL!!

Area & Makanan Muslim

Area muslim & makanan halal

Setelah dapat kopi 1 kg saya lanjut jalan.
Saya coba masuk kedalam sebuah gang keluar sisi jalanan pasar. Ternyata ini adalah area makanan halal, terlihat banyak restauran ataupun kedai makanan bertuliskan bahasa melayu dan bertuliskan halal. Penjual disini juga bisa berbahasa melayu, dari logatnya rata-rata mereka adalah orang malaysia. Saya iseng masuk beberapa kedai, untuk melihat menu dan harga. Sayangnya makanan disini terbilang mahal, untuk nasi briyani dengan lauk ayam goreng saja seharga VND 120.000. Saya urungkan niat makan disini, karena ingin nikmain jajanan maupun kuliner dipasar ini.

Akhirnya saya berbalik jalan, untuk menuju sisi pasar.
Karena haus saya membeli es kopi seharga VND 15.000 dipinggir jalan, tertarik karena ada tulisan “kopi muslim” gimana sih rasanya *hahaha…sama aja.

Diujung jalan saya melihat ada yang mencolok, sebuah gerobag/rombong menggunakan sepeda yang diterangi dengan lampu putih. Dari jauh terlihat jualannya berwarna warni dan banyak orang yang antri disekitarnya.

Setelah saya datangin ternyata penjual ketan yang berwarna-warni, setiap warna membedakan rasa. Akhirnya saya mencicipi dengan membeli ketan durian yang ditaburi kacang tumbuk dan gula, seharga VND 35.000. Porsinya lumayan banyak untuk ukuran sebuah cemilan *jadinya kenyang deh hahaha….

Ketan durian dengan taburan kacang tumbuk

Lanjut jalan ke bagian belakang pasar dan samping pasar sisi lain, saya mendapatkan beberapa belanjaan selain kopi yang tadi saya beli. yaitu

  • Gantungan kunci boneka vietnam 10 biji, seharga VND 25.000
  • Kopi luwak 250 gram + alat untuk menyaring, seharga VND 200.000 (2 pack)
  • Kerajinan tangan kertas berbentuk bangunan, seharga VND 30.000

Sebenarnya ingin mencoba masakan bawah ditenda (antri) dan juga masih ada beberapa yang ingin saya beli, tapi kaki & badan rasanya sudah capek. Saya putuskan untuk balik hotel dan sekaligus cari makan arah pulang. Untuk kali ini, karena tidak mau mikir dan repot, saya memilih makanan fastfood (McD) seharga VND 60.000, karena tempatnya searah balik ke penginapan.

Sampai di penginapan saya langsung bongkar tas untuk packing ulang, karena bertambah barang bawaan.

Check-out dan Pulang

Dipagi hari pukul 06.45 saya sudah bersiap untuk check-out.
Karena kaki dan badan capek, saya putuskan untuk naik taxi ke bandara seharga VND 200.000. Perjalanan ke bandara dari tempat penginapan membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan saya tertidur, jadi tidak bisa melihat suasana lalu lintas dipagi hari.

Masuk bandara, check-in tiket dan imigrasi semua lancar, tidak ada antrian yang padat. Untuk penerbangan saya harus transit di KLIA2 – Malaysia, dengan jedah waktu 6 jam sebelum penerbangan ke Surabaya.

Catatan : pengeluaran malam ini dan taxi ke bandara adalah sebesar VND 705.000 (+/- Rp425.000)

Pada akhirnya selesai sudah saya bercerita mengenai traveling kali ini, sampai jumpa di petualangan yang lain.
Bagi yang ingin tahu berapa total pengeluaran selama Traveling di Vietnam bisa dibaca pada artikel Traveling Ke Luar Negeri Tidak Harus Mahal!